BRMP Biogen Dukung Pertanian Berbasis Teknologi di Manggarai Barat
Manggarai Barat – Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian (BRMP Biogen) bersama Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menggelar pertemuan konfirmasi data target Program Pertanian Modern Model Advance Agriculture System (PMAAS) pada 8 Juli 2026 di Kantor Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Komodo, Desa Nggorang, Kabupaten Manggarai Barat.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas TPHP Kabupaten Manggarai Barat, Tarsius Gonsa, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program PMAAS di wilayahnya. Menurutnya, Manggarai Barat memiliki potensi besar untuk meningkatkan produksi padi, bahkan melampaui target yang telah ditetapkan.
"Rata-rata produktivitas padi di Kabupaten Manggarai Barat telah mencapai sekitar 5 ton per hektare. Peningkatan produksi dapat dilakukan melalui peningkatan produktivitas, perluasan luas tanam, maupun peningkatan Indeks Pertanaman (IP) hingga mencapai IP 300," ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, BRMP Biogen memaparkan petunjuk teknis penerapan PMAAS. Program ini merupakan sistem budidaya padi intensif berbasis teknologi tinggi yang mengedepankan efisiensi, mekanisasi, pertanian presisi, serta pengelolaan berbasis korporasi.
Beberapa prinsip utama PMAAS meliputi penerapan pola tanam jajar legowo 4:1 atau 6:1 dengan sistem tanam benih langsung (Tabela), penggunaan benih bersertifikat berkualitas, efisiensi tenaga kerja melalui pemanfaatan alat dan mesin pertanian, serta penggunaan varietas unggul yang sesuai dengan kondisi ekosistem.
Varietas yang direkomendasikan dalam penerapan PMAAS antara lain Inpari 42 GSR, Cakrabuana, Inpari 47 WBC, Inpari IR Nutri Zinc, varietas hibrida, serta varietas lain yang memenuhi kriteria adaptasi dan produktivitas.
Melalui kegiatan konfirmasi target ini, BRMP Biogen bersama Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat berharap implementasi PMAAS dapat berjalan lebih terarah sesuai kesiapan lahan dan kondisi petani, sehingga mampu meningkatkan produktivitas padi sekaligus mempercepat penerapan sistem pertanian modern yang efisien, berkelanjutan, dan berdaya saing.